Jenderal Polisi Idham Azis merupakan salah satu tokoh utama
dalam sejarah kepolisian Indonesia. Menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang ke-24, Idham Azis dikenal sebagai seorang pemimpin dengan integritas tinggi dan komitmen besar untuk menciptakan keamanan serta ketertiban di tanah air. Kepemimpinan beliau di Polri selama masa jabatannya telah membawa banyak perubahan positif dalam berbagai aspek, termasuk peningkatan profesionalisme dan pelayanan publik.
Karier dan Perjalanan Jenderal Idham Azis
Pendidikan dan Awal Karier
Idham Azis lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 30 Januari 1963. Sejak muda, beliau menunjukkan ketertarikan yang besar pada dunia kepolisian, yang kemudian membawanya untuk menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1985. Selama bertahun-tahun di Polri, Idham Azis telah melewati berbagai jenjang jabatan, baik di bidang operasional maupun di bidang intelijen, yang memberikan pengalaman serta keterampilan mendalam di berbagai area.
Karier Idham Azis dimulai dari posisi sebagai Kepala Unit Reserse
Kriminal di beberapa daerah hingga menjadi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Selain itu, beliau juga memiliki pengalaman penting dalam menangani kasus-kasus besar, termasuk isu-isu terkait terorisme dan kejahatan terorganisir.
Jabatan Sebagai Kapolri
Idham Azis dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Joko Widodo pada 4 November 2019. Sebelum menjabat sebagai Kapolri, Idham Azis telah menjabat sebagai Wakil Kapolri dan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim). Pengalaman panjang beliau di kepolisian dan kontribusinya di berbagai jabatan strategis menjadikannya seorang pemimpin yang sangat kompeten dalam menghadapi tantangan di Polri.
Sebagai Kapolri, Idham Azis menerapkan banyak kebijakan
bertujuan untuk meningkatkan citra kepolisian di mata publik, salah satunya dengan mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Beliau juga dikenal dengan gaya kepemimpinan yang tegas namun tetap memperhatikan kesejahteraan anggota.
Kepemimpinan Jenderal Idham Azis di Polri
Fokus pada Pemberantasan Terorisme dan Kejahatan Transnasional
Salah satu langkah signifikan yang diambil oleh Idham Azis sebagai Kapolri adalah fokus pada pemberantasan terorisme dan kejahatan transnasional. Dalam kepemimpinannya, beliau menekankan pentingnya peran Polri dalam menjaga stabilitas nasional dengan memperkuat koordinasi antara Polri dan berbagai lembaga terkait, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Di bawah kepemimpinan beliau,
Polri berhasil melaksanakan beberapa operasi besar yang mengarah pada penghentian aksi terorisme di Indonesia. Idham Azis juga memperkenalkan langkah-langkah preventif melalui pendekatan yang lebih humanis serta berbasis teknologi, agar Polri dapat lebih cepat dan tepat dalam mendeteksi ancaman terorisme yang berkembang.
Modernisasi dan Reformasi Polri
Idham Azis juga sangat memperhatikan transformasi internal Polri. Salah satu usahanya adalah mengimplementasikan program modernisasi yang menyentuh berbagai aspek, mulai dari penggunaan teknologi dalam penegakan hukum hingga peningkatan kualitas pelayanan publik oleh kepolisian. Ia mendorong para anggota Polri untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi guna mendukung tugas-tugas kepolisian, terutama dalam memerangi kejahatan dunia maya serta narkotika.
Selain itu, beliau juga berfokus pada peningkatan kesejahteraan
anggota Polri dan pembenahan birokrasi yang lebih efisien. Reformasi ini bertujuan untuk menjadikan Polri lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap aparat kepolisian.
Mengutamakan Kesejahteraan Anggota Polri
Jenderal Idham Azis juga dikenal memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kesejahteraan anggota Polri. Ia memperkenalkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan taraf hidup anggotanya, baik dalam aspek kesejahteraan fisik maupun mental. Salah satunya adalah penyediaan fasilitas kesehatan yang lebih baik serta program pendidikan dan pelatihan yang lebih banyak bagi anggota Polri di berbagai tingkat jabatan.
Beliau percaya bahwa kesejahteraan anggota Polri akan berpengaruh langsung pada kualitas pelayanan publik yang disampaikan oleh Polri kepada masyarakat. Dengan memperhatikan kesejahteraan para anggotanya, Idham Azis berharap Polri dapat beroperasi lebih efektif dalam menjalankan tugasnya.
Tantangan dan Warisan Kepemimpinan Jenderal Idham Azis
Menghadapi Era Digital dan Kejahatan Dunia Maya
Seiring dengan kemajuan teknologi, Polri di bawah kepemimpinan Idham Azis harus siap menghadapi tantangan baru, terutama dalam hal kejahatan dunia maya atau cybercrime. Selama masa jabatannya, Idham Azis berusaha untuk memperkuat unit cyber Polri, guna menangani isu-isu seperti penyebaran berita hoaks, penipuan online, dan kejahatan lain yang terjadi di dunia maya.
Selain itu, beliau juga memperkenalkan strategi untuk memberantas kejahatan siber dengan bekerja sama dengan beragam pihak, baik dari sektor swasta maupun pemerintah, untuk menciptakan sistem pengawasan yang lebih baik dan efisien.
Meninggalkan Legacy yang Berkelanjutan
Di akhir masa jabatannya, Idham Azis dikenang sebagai sosok yang berkomitmen untuk melakukan reformasi dalam tubuh Polri. Ia meninggalkan warisan berupa reformasi yang lebih sistematis dan terstruktur, yang memungkinkan Polri untuk menjadi institusi yang lebih transparan, profesional, dan dekat dengan masyarakat.
Selain itu, kebijakan-kebijakan yang diterapkannya selama menjabat sebagai Kapolri berhasil meningkatkan citra Polri di mata publik, menjadikan lembaga ini lebih dihargai dan dipercaya oleh masyarakat Indonesia.