Gegana adalah unit pasukan khusus dalam Korps Brigade Mobil
(Brimob) yang memiliki tanggung jawab utama untuk menangani ancaman berbahaya seperti bahan peledak, senjata kimia, biologis, dan ancaman-ancaman berbahaya lainnya. Dikenal dengan profesionalisme dan keterampilan tinggi, Gegana berperan penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara Indonesia. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai sejarah, tugas, serta keahlian yang dimiliki oleh pasukan Gegana.
Sejarah Pembentukan Gegana
Awal Pembentukan Gegana
Gegana didirikan pada tahun 1997, bersamaan dengan meningkatnya ancaman terorisme dan penggunaan bahan peledak dalam berbagai aksi kriminal. Mengingat betapa besar dampak yang dapat ditimbulkan oleh ancaman-ancaman ini, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merasa penting untuk memiliki pasukan yang terlatih khusus dalam menangani hal tersebut. Maka, Gegana dibentuk sebagai pasukan yang memiliki keahlian dalam menangani situasi darurat yang melibatkan bahan peledak atau ancaman kimia, biologis, dan nuklir.
Pada awalnya, Gegana hanya terdiri dari anggota yang dilatih dalam menangani bahan peledak dan penjinakan bom, namun seiring dengan perkembangan zaman dan ancaman yang semakin kompleks, kemampuan mereka terus berkembang untuk mencakup penanganan senjata kimia dan biologis serta ancaman lain yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Pengembangan dan Tugas Utama
Seiring dengan berjalannya waktu, Gegana semakin menjadi salah satu unit pasukan terpenting dalam Polri yang dikenal dengan kemajuan teknologi dan keterampilan tinggi dalam menangani ancaman ekstrem. Unit ini tidak hanya bertugas dalam menangani terorisme atau ancaman dengan bahan peledak, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam mengendalikan situasi yang dapat menimbulkan bahaya besar bagi masyarakat, seperti krisis kimia dan biologis.
Tugas dan Fungsi Gegana
Penjinakan Bahan Peledak
Tugas utama yang diemban oleh Gegana adalah menangani bahan peledak atau bom. Gegana terlatih untuk mengidentifikasi dan menonaktifkan bom yang ditemukan di berbagai lokasi, baik di lingkungan perkantoran, tempat publik, atau lokasi sensitif lainnya. Keahlian yang dimiliki oleh pasukan Gegana sangat krusial dalam mencegah terjadinya ledakan yang dapat mengakibatkan korban jiwa maupun kerusakan properti yang luas.
Penggunaan teknologi modern, seperti robot pemindai bom dan perangkat pengaman lainnya, memungkinkan Gegana untuk bekerja dengan risiko yang lebih rendah dan efisiensi yang lebih tinggi dalam menangani ancaman bahan peledak.
Penanganan Senjata Kimia, Biologis, dan Nuklir
Selain tugas utama mereka dalam penjinakan bom, Gegana juga bertugas menangani ancaman yang lebih kompleks, seperti senjata kimia, biologis, dan nuklir (CBRN). Dalam hal ini, Gegana dilatih untuk mengidentifikasi dan menangani bahan kimia atau biologis yang dapat digunakan dalam serangan teroris atau bencana yang disebabkan oleh senjata pemusnah massal.
Pasukan Gegana dilengkapi dengan peralatan pelindung canggih, seperti pelindung tubuh tahan bahan kimia, masker gas, dan perangkat khusus lainnya yang memungkinkan mereka beroperasi di lingkungan yang sangat berbahaya. Dalam situasi darurat ini, Gegana bertindak sebagai pihak pertama yang dapat menanggulangi ancaman, melindungi warga sipil, dan menyelamatkan nyawa.
Menangani Krisis dan Operasi Khusus
Gegana juga dilibatkan dalam berbagai operasi khusus, seperti penyelamatan sandera, pengamanan lokasi-lokasi penting, dan berbagai situasi krisis lainnya. Kemampuan mereka dalam bertindak cepat dan tepat sangat penting dalam menghadapi ancaman yang mengancam keselamatan publik dan kestabilan negara. Dalam setiap operasi, pasukan Gegana berkoordinasi dengan unit-unit lain di Polri serta instansi terkait untuk mencapai hasil yang maksimal.
Selain itu, Gegana juga memainkan peran yang signifikan dalam melindungi tempat-tempat vital nasional (Obvitnas) yang berpotensi menjadi target serangan. Tanggung jawab Gegana juga mencakup pengamanan fasilitas strategis seperti bandara, gedung pemerintahan, dan lokasi publik besar lainnya.
Pelatihan dan Keahlian Anggota Gegana
Pelatihan Khusus untuk Menghadapi Ancaman
Anggota Gegana wajib menjalani pelatihan yang sangat intensif untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai ancaman yang berbahaya. Pelatihan tersebut mencakup teknik penjinakan bahan peledak, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang mutakhir, serta cara-cara menghadapi ancaman senjata kimia dan biologis. Dalam pelatihan ini, anggota Gegana diuji tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental, agar mereka dapat menghadapi situasi darurat dengan tenang dan profesional.
Salah satu bentuk pelatihan yang dilakukan adalah simulasi
penanganan bom dan bahan kimia berbahaya. Anggota Gegana juga diwajibkan untuk belajar mengoperasikan peralatan canggih seperti robot pemindai bahan peledak, kendaraan taktis, serta sistem deteksi bahan kimia yang berbahaya.
Kolaborasi dengan Instansi Internasional
Untuk meningkatkan kemampuan, Gegana juga menjalin kerjasama dengan pasukan keamanan internasional dalam hal pertukaran pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan penanggulangan ancaman ekstrem. Melalui kolaborasi ini, anggota Gegana dapat mempelajari teknik-terkini dalam menghadapi bahan peledak dan ancaman terorisme, serta mengadopsi metode canggih yang digunakan oleh pasukan internasional.
Menghadapi Situasi Krisis dengan Cepat dan Tepat
Dalam pelatihan mereka, anggota Gegana tidak hanya dilatih untuk bertindak dalam situasi yang terstruktur, tetapi juga untuk berpikir cepat dalam menghadapi situasi krisis yang mendesak. Kecepatan, ketepatan, dan kemampuan untuk berkolaborasi dalam tim adalah faktor penting yang menjadi landasan pelatihan mereka.